Big Red Mouse Pointer

Mas Fathur

Wanita Muslim dan Jilbab

 Assalamu'alaikum Wr Wb

Segala puji hanya dan rasa Syukur kehadirat Allah, SWT semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi dan Rasul yang paling mulia, kepada keluarganya, sahabatnya, serta kepada siapa saja yang meniti jalannya sampai hari pembalasan.
Sesungguhnya wanita muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.
Kesesatan dan penyimpangan umat tidaklah terjadi melainkan karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah dan dari ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya. Rasulullah bersabda, “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnahku.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ kitab Al-Qadar III)
Sungguh telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah dijelaskan dalam sunnah Rasul.
Peran wanita dikatakan penting karena banyak beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan beban-beban yang semestinya dipikul oleh pria. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi kita untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya, dan santun dalam bersikap kepadanya. Kedudukan ibu terhadap anak-anaknya lebih didahulukan daripada kedudukan ayah. Ini disebutkan dalam firman Allah,
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)
Begitu pula dalam firman-Nya, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)
Dari hadits di atas, hendaknya besarnya bakti kita kepada ibu tiga kali lipat bakti kita kepada ayah. Kemudian, kedudukan isteri dan pengaruhnya terhadap ketenangan jiwa seseorang (suami) telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.
Allah berfirman,
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian.” (QS. Ar-Rum: 21)
Al-Hafizh Ibnu Katsir -semoga Alah merahmatinya- menjelaskan pengertian firman Allah: “mawaddah wa rahmah” bahwa mawaddah adalah rasa cinta, dan rahmah adalah rasa kasih sayang.
Seorang pria menjadikan seorang wanita sebagai istrinya bisa karena cintanya kepada wanita tersebut atau karena kasih sayangnya kepada wanita itu, yang selanjutnya dari cinta dan kasih sayang tersebut keduanya mendapatkan anak.
Sungguh, kita bisa melihat teladan yang baik dalam masalah ini dari Khadijah, isteri Rasulullah, yang telah memberikan andil besar dalam menenangkan rasa takut Rasulullah ketika beliau didatangi malaikat Jibril membawa wahyu yang pertama kalinya di goa Hira’. Nabi pulang ke rumah dengan gemetar dan hampir pingsan, lalu berkata kepada Khadijah, “Selimuti aku, selimuti aku! Sungguh aku khawatir dengan diriku.” Demi melihat Nabi yang demikian itu, Khadijah berkata kepada beliau, “Tenanglah. Sungguh, demi Allah, sekali-kali Dia tidak akan menghinakan dirimu. Engkau adalah orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim, senantiasa berkata jujur, tahan dengan penderitaan, mengerjakan apa yang belum pernah dilakukan orang lain, menolong yang lemah dan membela kebenaran.” (HR. Bukhari, Kitab Bad’ al-Wahyi no. 3, dan Muslim, Kitab al-Iman no. 160)
Kita juga tentu tidak lupa dengan peran ‘Aisyah. Banyak para sahabat, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, menerima hadits darinya berkenaan dengan hukum-hukum agama.
Kita juga tentu mengetahui sebuah kisah yang terjadi belum lama ini berkenaan dengan istri Imam Muhammad bin Su’ud, raja pertama kerajaan Arab Saudi. Kita mengetahui bahwa isteri beliau menasehati suaminya yang seorang raja itu untuk menerima dakwah Imam al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab. Sungguh, nasehat isteri sang raja itu benar-benar membawa pengaruh besar hingga membuahkan kesepakatan antara Imam al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Imam Muhammad bin Su’ud untuk menggerakkan dakwah. Dan -alhamdulillah— kita bisa merasakan hasil dari nasehat istri raja itu hingga hari ini, hal mana aqidah merasuk dalam diri anak-anak negeri ini. Dan tidak bisa dipungkiri pula bahwa ibuku sendiri memiliki peran dan andil yang besar dalam memberikan dorongan dan bantuan terhadap keberhasilan pendidikanku. Semoga Allah melipat gandakan pahala untuknya dan semoga Allah membalas kebaikannya kepadaku tersebut dengan balasan yang terbaik.
Tidak diragukan bahwa rumah yang penuh dengan rasa cinta, kasih dan sayang, serta pendidikan yang islami akan berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Dengan izin Allah seseorang yang hidup dalam lingkungan rumah seperti itu akan senantiasa mendapatkan taufik dari Allah dalam setiap urusannya, sukses dalam pekerjaan yang ditempuhnya, baik dalam menuntut ilmu, perdagangan, pertanian atau pekerjaan-pekerjaan lain.
Kepada Allah-lah aku memohon semoga Dia memberi taufik-Nya kepada kita semua sehingga dapat melakukan apa yang Dia cintai dan Dia ridhai. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabat-sahabatnya. (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Baz III/348)
Tidak Suka Dengan Kelahiran Anak Wanita Termasuk Perilaku Jahiliyah
Tanya: Pada zaman ini, kita sering mendengar perkara-perkara yang biasa menjadi bahan perdebatan orang karena ganjilnya. Di antaranya mungkin kita pernah mendengar sebagian orang mengatakan, “Kami tidak suka menggauli istri kami jika yang lahir adalah anak perempuan.” Sebagian lagi mengatakan kepada istrinya, “Demi Allah, jika engkau melahirkan anak perempuan, saya akan menceraikanmu.” -Kita berlepas diri dari orang-orang seperti itu-. Sebagian dari wanita ada yang mendapatkan perlakuan semacam itu dari suaminya. Mereka merasa gelisah dengan perkataan suaminya yang seperti itu. Bagaimana dan apa yang mesti mereka perbuat terhadap perkataan suami seperti itu? Apa nasehat Syaikh dalam masalah ini?
Jawab: Saya yakin apa yang dikatakan saudara penanya adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi. Saya tidak habis pikir, bagaimana ada seorang suami yang kebodohannya sampai pada taraf seperti itu; mengultimatum akan menceraikan isterinya jika anak yang dilahirkannya anak perempuan. Lain masalahnya, kalau sebenarnya dia sudah tidak suka dengan isterinya, kemudian ingin menceraikannya dan menjadikan masalah ini sebagai alasan agar dapat menceraikannya. Jika ini masalah yang sebenarnya; dia sudah tidak bisa bersabar lagi untuk hidup bersama isterinya, dan telah berusaha untuk tetap hidup berdampingan dengannya akan tetapi tidak berhasil; jika ini masalah yang sebenarnya, hendaknya dia mencerai istrinya dengan cara yang jelas, bukan dengan alasan seperti itu.
Karena perceraian dibolehkan asalkan dengan dengan alasan yang syar’i. Akan tetapi, meskipun demikian, kami menasehatkan kepada para suami yang mendapatkan hal-hal yang tidak disukai pada diri isterinya agar bersabar, sebagaimana yang difirmankan Allah, “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (isteri-isteri kamu), (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 19)
Adapun membenci anak perempuan, tidak diragukan bahwa itu merupakan perilaku jahiliyah, dan di dalamnya terkandung sikap tasakhuth (tidak menerima) terhadap apa yang telah menjadi ketetapan dan takdir Allah. Manusia tidak tahu, mungkin saja anak-anak perempuan yang dimilikinya akan lebih baik baginya daripada mempunyai banyak anak laki-laki. Berapa banyak anak-anak perempuan justru menjadi berkah bagi ayahnya baik semasa hidupnya maupun setelah matinya. Dan berapa banyak anak-anak lelaki justru menjadi bala dan bencana bagi ayahnya semasa hidupnya dan tidak memberi manfaaat sedikit pun setelah matinya.

Semoga bermanfaat buayt anda semua..
Thanks By Mas Fathur
Read More : Wanita Muslim dan Jilbab

Sholehah

              Ada beberapa hal yang dimiliki oleh Wanita yang telah menjadi hak dan kewajibannya di dunia ini. Maka untuk mengingat kembali beberapa kemuliaan wanita, Gw memberikan ulasan mengenai ha-hal yang harus diketahui remaja wanita (gadis) mengenai kemuliaan anda menjadi wanita. Diharapkan dari tulisan ini, Para sahabat benar-benar siap menyongsong kedepan dengan penuh optimisme dan
menjadi wanita sejati yang tau akan posisi diri dan bisa mengembangkan diri ke arah yang baik, menjadi ibu bagi anak-anak dan menaungi kasih dan cinta bagi keluarga,siap menjadi tonggak penopang harkat dan martabat sebagai wanita yg patut jadi panutan ... Secara umum wanita terlahir sebagai Insan lemah.berhias dan mendominasi sebagai insan yang yang lebut.baik tutur katanya dalam berbicara.Namun yang terpenting kehadiran wanita adalah Ibu semua umat,sebagai wanita muslimah,Tak lupa harus memiliki pedoman dan pegangan hidup,perdalam keimanan dan jangan mudah terayu oleh rayuan gombal Kang Nagud hahahaa....
Apa saja sich nilai kemuliaan seorang wanita itu ?? Pengen tau Ach…......hehhehehhe... kalian harus (wajib) baca artikel berikut ini. Berikut adalah beberapa kemuliaan seorang wanita :
1. Doa wanita lebih makbul dari pada lelaki karena sifat penyayang
    yang lebih kuat dari pada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah S.A.W.
    akan hal tersebut, jawab baginda: (“Ibu lebih penyayang daripada bapak
    dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”)
2. Wanita yang salehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang lelaki
    yang soleh.Tau kenapa???...............dijaman sekarang ini susah banget tuh yang namanya cewek
    bisa bawa diri karena berbagai alasan.........faktor Ekonomi menjadikan Momok alasan yang dirasa
    sudah jadi rahasia umum....bener gak???Dengan alasan inilah wanita rela menjual diri demi
    kesenangan............
    Duh duh...........Murah juga tuh.........
3. Kaum yang memuliakan anak perempuannya, derajatnya
    seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T. dan
    orang yang takut akan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke atas
    tubuhnya.
4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke
    rumah) lalu diberikan kepada
    keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan
    anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukakan
    anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku
    (Rasulullah S.A.W.) di dalam syurga.
6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara
    perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia
    bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan
    penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.
7. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu
    daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka,
    maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.Tau gk kenapa,...........????Bukanya Kita bisa liat langsung
    akan tetapi dalam artian nih,.setiap kali kita mendapatkan ijin atau ridho dari ibu niscaya
    dalam kita melangkah dapat merasakan ketenangan hati karena dari ridho itulah Allah juga meridhoi,......
    kita.kok jadi nglantur,.......hehehhehhe....maaf Brooo tuk masalah ini lo mau
    Ane terangin panjaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget,,,jadi ambil Intinya ae yach,........
9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah
    panggilan ibumu dahulu.
10.  Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup
        pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari
        mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11.  Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung
       di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat
       kepada suaminya dan direkannya.................
      (Serta  menjaga sembahyang dan puasanya).
12. Aisyah r.a. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W.,
      siapakah yang lebih besar haknya
      terhadap wanita? Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap
      lelaki?” Jawab Rasulullah S.A.W.”Ibunya.”
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa sebulan Ramadan,
      memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari
      pintu syurga mana saja yang dia kehendaki.sebenarnya enak juga menjadi posisi perempuan
      mau ngapa - ngapain sudah menjadi Jihat dalam menjalani ibadah,............Jadi iri nih Ane,.hehhehe
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka
      Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada
      suaminya (10,000 tahun).
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka
      beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. mencatatkan
      baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000
      kejahatan.
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka
      Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan
      Allah S.W.T.
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia
      dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap
      satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang
      sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang
      hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.
20. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang lelaki
      Saleh.
21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000
      lelaki yang jahat.,,,,,,Dan inilah yang sekarang sudah menjamur .................keburukan wanita dan rusaknya
      moral mnjadikan awal dari tanda - hari kiamat segera tiba
22. 2 rakaat shalat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada
      80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.
23. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya
      (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang
      diberikannya.
24. Wanita yang melayani suaminya dengan baik saat kepulangan suaminya dari kerja dalam keadaan
      letih akan mendapat pahala jihad..enak kan??...............lanjut
25. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang
      melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh
      rahmat.
26. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan
      Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500
      tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat
      dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan
      menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak
      yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia
      hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.
28. Dll..........
   .
                Sudah dijelaskan dari berbagai sumber bahwa nanti dalam akhirat.penghuni neraka terbanyak adalah dari kalangan Jin Dan manusia. ....... namun wanita memasuki posisi kedepan dalam hal itu,.tau gk kenapa????
Kini Di era Globalisai dan kemajuan jaman menjadikan tingkat keimanan menipis, tk lebih sebagai wanita yang memiliki keteguhan hati yang mudah berbelok dari arah keimanan.. seumpama saja kita tengong di negri Paman Sam, kini pakaian yang tak layak dipake ditemapt umum sudah lazin dilihat,entah apa yang menjadi motifasi mereka untuk berpakaian Mini..??? kebanyakan wanita mendambakan kemolekan tubuh  untuk dipamerkan agar para kaum adam terkesiama untuk merayu,bahkan ada pula sebagai niat awal untuk bertransaksi Sex.siapa sih yang gk suka dirayu???
Hampir sebagian besar wanita diseluruh penjuru dunia ingin dipuja,karena itu sudah Fitrah Sang pencipta menjadikan wanita seperti itu,Namun Kaidah dan pertebal keimanan juga sangat diperlukan supaya  wanita tidak mudah terjerumus kelembah Dosa.
                Pada dasarnya  Kaum adam yang memiliki tingkat keimanan yag bisa dikatakan sudah bisa membawa diri kebanyakan wanita yg penuh Fulgar biasanaya mereka cenderung Muak atau mungkin merasa jijik melihat pemandangan seperti itu, Namun berbeda dengan laki - laki yang suka iseng,tontonan seperti itu sudah menjadi konsumsi sehari2.......Harapan gw saat ini hanyalah jadilah wanita - wanita Sholehah yang menjadi panutan dan menjadi contoh teladan buat generasi muda tanpa harus memamerkan Auratnya didepan umum.nah itulah gambaran yang sedang terjadi
                 Jangan pernah malu dan putus asa.. menutup diri bukan berarti tidak laku atau mungkin susah mendapatkan jodoh, karena Hal inilah yang sebenarnya dilakukan olaeh semua wanita
jadi sekarang tinggal anda -anda menenilai dan menyikapi permasalahan ini,baik buruknya tinggal kalian sendiri menilai. Terima kasih yah


Thanks : By Mas Fathur
Read More : Sholehah

Followers


ShoutMix chat widget

  © Copyright All Right Reserved by Mas Fathur